Renungan Sunyi …

20 05 2009

Entah apa gerangan sedang hinggap daLam otak ini, hingga berdaya untuk menggerakkan jemari  merangkaikan aksara satu per satu menuju pada sebuah makna… (waLau beLum daLam genggaman),

Semoga ini bukan hanya fana sesaat, namun akan terus meLecut semangat hingga ‘kan terbit kontribusi positif pada semua, tiada terbatas ruang dan waktu…

amien!

kesunyian alam





KANGEN !!!

19 05 2009

SubhanaLLah … ternyata sudah sekian Lamanya saya tidak menyentuh ranah wordpress, sekian Lama terLena oLeh hiruk-pikuk dunia nyata, mengais rejeki nun jauh dari Negeri Ngayogyokarto Hadiningrat. Akhirnya keriunduan yang membuncah tiada dapat terbendung hingga berujung pada susunan aksara pada haLaman ini.

SubhanaLLah

Apa kabar semuanya? Saudara-saudari BLogger CahAndong, serta seLuruh masyarakat OnLine, ijinkan saya meLantunkan ungkapan kebahagiaan karena bisa bersua kembaLi. Semoga benar-benar bisa untuk kembaLi aktif berkontribusi daLam setiap kesempatan yang ada.

Sebagai penghujung kata, saya ucapkan terimakasih yang tiada terkira kepada semuanya yang teLah berkenan mampir serta memberikan jejak kesan, pesan ataupun pertanyaan, teriring maaf untuk haL-haL yang tidak mendapat respon Langsung dari saya.

ALhamduLiLLah

Wassalam…

Ar3zK





Lagi…Lagi CINTA Lagi… !!!

1 07 2007

Lagi…Lagi Cinta Lagi, kembaLi topik yang entah sampai kapan akan terus dibahas manusia (termasuk diriku…), jadi bukan mau Latah apaLagi mengekor orang-orang namun sekedar mencoba membuka hati pada kisah-kisah yang meLibatkan hati&perasaanku yang teLah kujaLani sampai detik nafas ini masih bisa terhirup…

 

Cinta memang tidak mudah didefinisikan dengan batasan yang 100% pasti, masing-masing individu mempunyai penilaian terhadapnya, iniLah diantaranya :

Baca entri selengkapnya »





Cinta… Cinta… Oh Cinta…

22 06 2007

Sepasang muda-mudi yang tengah diLanda asmara, duduk berdampingan mesra saLing berbincang, bertukar kata&makna…

Gadis   : Mengapa engkau suka padaku? Mengapa engkau cinta padaku?

Jejaka : Aku tidak bisa memberikan penjeLasan, akan tetapi aku bisa biLang bahwa aku sangat menyayangimu!

Gadis   : Engkau tidak bisa menjeLaskan mengapa! Jadi, bagaimana bisa engkau berkata bahwa engkau suka padaku? & bagaimana bisa engkau bisa menyatakan bahwa engkau mencintaiku?

Jejaka : Sungguh aku tidak bisa tau mengapa, bahkan aku tidak punya aLasan atas perasaanku padamu. Namun aku hanya bisa membuktikan cintaku padamu!

Gadis   : Bukti…?! Tidak, aku hanya ingin engkau memberitahuku apa yang membuatmu suka&cinta pada diriku. LeLaki Lain bisa menjeLaskan kepada pasangannya, jadi kenapa engkau tidak bisa meLakukan haL yang sama kepadaku???

Jejaka  : Ok…Ok! BaikLah jika engkau terus memaksa…

 

Aku suka&cinta padamu,

karena engkau begitu cantik&berseri-seri dimataku

karena suaramu begitu merdu di teLingaku

karena engkau begitu perhatian

karena engkau sungguh penyayang

karena engkau bijaksana

karena senyummu sangat manis untukku

karena setiap gerakanmu bagaikan tarian indah bagiku

 

Gadis : (Gadis sangat puas & berbunga-bunga perasaannya atas jawaban yang didengarnya, )

Sayang seribu kaLi sayang… beberapa hari seteLahnya, Gadis mengaLami keceLakaan sangat parah sampai harus terbaring kaku tidak bergerak, tidak bersuara, mata terpejam seakan teLah mati karena koma.

Akhirnya Sang Jejaka menuLiskan sepucuk surat, digenggamkannya pada jari-jari kaku Gadis agar saat terbangun dari koma dapat mengerti apa yang dirasakan oLeh Sang Jejaka.

 

Goresan pena Sang Jejaka itu terbaca dengan jeLas berikut ini.

Wahai Cintaku, Permata KaLbu BeLahan Jiwa…

Waktu kemarin Lampau kaLa engkau memaksaku untuk berkata apa aLasan perasaanku padamu, maka,

 

karena kecantikan&berseri-seri wajahmu, aku cinta padamu

saat ini engkau redup&pucat untukku, karenanya aku tidak bisa mencintaimu

 

karena suaramu yang merdu, aku cinta padamu

saat ini engkau hanya diam membisu, karenanya aku tidak bisa mencintaimu

 

karena perhatian, penyayang serta bijaksanamu, aku cinta padamu

saat ini engkau tidak bisa meLakukan itu,karenanya aku tidak bisa mencintaimu

 

karena senyum manismu yang memikatku,

karena setiap gerakmu adaLah tarian indah bagiku

namun kini engkau tidak bisa tersenyum, engkau tidak bisa menari untukku

oLehkarenanya bagaimana aku bisa mencintaimu…?

 

Wahai Pujaanku, Permata HatiPenerang Rasa…

JIKALAU cinta membutuhkan aLasan, maka saat ini tiada satupun aLasan yang tersisa untukku bisa mencintaimu Lagi.

jadi, apakah cinta membutuhkan sebuah atau bahkan seribu aLasan? TIDAK!!!untuk ituLah, AKU CINTA PADAMU & MASIH CINTA PADAMUsungguh, cinta tiada memerLukan aLasan mengapa…

^*~^*~^*^*~^*~^*^*~^*~^*^*~^*~^*^*~^*~^*^*~^*~^*

 

KadangkaLa sesuatu yang teindah & bahkan terbaik di dunia ini tidak kasat mata, tidak bisa disentuh, namun bisa dirasakan oLeh reLung-reLung hati.

 





Anugerah Tuhan SeLaLu Berharga, Apapun Wujudnya

13 05 2007

Ketika pertama menerima tuLisan ini meLauLui e-maiL kemarin siang, jujur hati saya tidak begitu tertarik membaca juduLnya. Tetapi ada pesan yang terLampir, yang mengatakan bahwa ada makna sangat daLam terkandung daLam tuLisan tersebut, akhirnya saya paksakan diri untuk membaca baris demi baris sampai pada akhir cerita, tiada terasa pandangan mata saya seakan kabur sesaat karena berkaca-kaca… Tanpa berpanjang kata Lagi, saya persiLakan bagi Anda semua untuk membaca sendiri & kembaLi merenungkan apa yang tersirat maupun tersurat daLam tuLisan… Semoga bermanfaat…

(sebagai catatan, tuLisan ini tanpa saya edit samasekaLi, terimakasih)

Sebuah Dunia untuk Nathan

oleh: RIA JUMRIATI, Goodhouse Keeping Edisi September 2004 

Tak terlukiskan kebahagiaan Mazaya saat pertama kali ia tahu ada kehidupan di dalam rahimnya. Nathan, hadir menebar benih kebahagiaan di kehidupan Mazaya dan Haykel yang sempat senyap selama empat tahun lamanya. Proses melahirkan yang harus melalui prosedur vacuum dan rasa sakit tak terperihkan terbayar sudah saat tangis kecilnya memecah keheningan malam.


Nathan adalah bayi yang sangat menyenangkan. Tidak pernah rewel bahkan ia seolah mengerti kelelahan Mazaya dalam mengasuhnya sehingga tangisnya hampir tak pernah terdengar dimalam hari. Mazaya mengganggap Nathan adalah malaikat kecil persembahan Tuhan untuk lebih memaknai hidupnya. Namun ke tika bulan merambat hingga menjelang satu tahun usianya. Mazaya baru merasakan ada hal yang tak normal pada diri Nathan. Ia tak bisa focus dan hampir tak ada kontak mata, tak bisa tersenyum bahkan untuk permainan simple seperti “cilukba”, tak ada ekspresi hidup diwajah mungilnya. Dan yang membuat hati ibu muda itu bagai direngut dari tempatnya adalah ke tika pada suatu hari Nathan membentur-benturkan kepalanya ke dinding hingga memar-memar dibagian keningnya.
Baca entri selengkapnya »