Kisah Tukang Kayu & Rumah Yang Dibuatnya

28 02 2007

Cerita ini saya dapatkan dari e-maiL yang dikirimkan seorang rekan di seberang Lautan nun jauh di sana, semoga dapat bermanfaat untuk kita petik khikmahnya, amien …

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi reaL estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemiLik perusahaan bahwa dia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keLuarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehiLangan salah seorang pekerja terbaiknya, dimohonnya tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah terakhir. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pemilik perusahaan itu, walau sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti.

Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan, dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya seLesaiLah rumah yang diminta oleh tuannya. HasiLnya bukanLah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adaLah rumahmu,” katanya, “Hadiah dari kami.” Betapa terkejutnya si tukang kayu, betapa maLu dan menyesaLnya dia. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang Lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terLaLu bagus, buah hasil karyanya sendiri.

Wahai rekan, teman dan saudara-saudari sekaLian, ituLah yang terjadi pada kehidupan kita. KadangkaLa, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab. Lebih memilih berusaha aLa kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan pada bagian-bagian terpenting daLam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjaLanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita Lakukan dan menemukan diri kita hidup di daLam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semuLa tentuLah kita akan menjaLani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda, yang tentunya akan jauh Lebih baik.

Renungkan bahwa kita adaLah si tukang kayu. Renungkan “rumah” yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukuL paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita seLesaikan “rumah” kita dengan sebaik-baiknya seoLah-oLah hanya mengerjakannya sekaLi saja dalam seumur hidup.


Aksi

Information

6 responses

28 02 2007
aghi

hmmm… jadi ahli hikmah nih skrg?;) maju terus panyang mundurrr…!!

28 02 2007
arezk

HeHeHe… kebetuLan sering sekaLi mendapat kisah-kisah yang baik & sangat menginspirasi tentang berbagai khikhmah kehidupan, so daripada dinikmati sendiri khan Lebih baik diShare di sini … gettow Gus, OK

siLakan dinikmati sajian yang tersedia di BLog ini, & jikaLau berkenan PLease… FeeL Free 2Comments, Suggest or Junk …

Monggo Monggo Sedoyo Mawon

4 03 2007
alifsmart

ya Allah bener sekali tu, betapa banyak waktu yang telah kita habiskan dalam hidup kita, dari bangun sampe tidur berapa persen yg dah bener2 kita maksimalkan tuk kehidupan dunia dan akhirat kata ……
ya Allah berilah pada kami ke akhiran yg terbaik, pilihlah kami menjadi hamba2 Mu uang Engkau sayangi dan di sayangi manusia. mudahkanlah dalam segala urusan kami, teguhkanlah kami di jalan Mu dan jangan biarkan kami binasa oleh kesombongan dah hawa nafsu kami.

4 03 2007
arezk

amien…
semoga doa yang teLah terpanjatkan ke hadiratNya terkabuLkan …

tiada yang Lebih indah terdengar seLain daripada doa untuk kebaikan manusia di dunia & akhirat.

Terimakasih

12 02 2008
citrakaryanusantara

Rumah dalam kisah diatas, alangkah pasnya… kalau kita ibaratkan kehidupan akhirat. proses pembuatannya adalah langkah-langkah kehidupan dan prilaku kita didunia ini, maka yakin dengan seyakin-yakinnya jikalau kita asal-asalan dalam menjalani hidup dan kehidupan( terutama proses ibadah ) kita, maka kehidupan akhirat kita ibarat rumah yang dibuat dengan asal-asalan itu. Oleh karena itu marilah bersama-sama kita jalani hidup ini dengan penuh keikhlasan dan kehati-hatian, terus jalani hidup sesuai dengan lintasan yang disyariatkan Alloh, jangan sampai keluar dari lintasan tsb sampai menutup mata. Amin…..

15 04 2009
Tya

izin copy ya…
hari ini saya dengar d RAS FM… terus langsung nyari2 di google.. ketemunya ini…

trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: