ALergi HIDUP !!!

7 03 2007

SEORANG pria mendatangi seorang guru. Katanya, “Guru… saya sudah bosan hidup, benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan, usaha saya kacau, apapun yang saya Lakukan seLalu gagaL. Saya ingin mati!!!” Sang Guru tersenyum, “Oh… kamu sakit.” “Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat, hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati. SeoLah tidak mendengar pembeLaannya, Sang Guru meneruskan, “Kamu sakit dan penyakitmu itu bernama, ALergi Hidup! Ya, kamu aLergi terhadap kehidupan.” Banyak sekaLi di antara kita yang aLergi terhadap kehidupan kemudian tanpa disadari kita meLakukan haL-haL yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjaLan terus. Sungai kehidupan ini mengaLir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengaLir, itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit dan penoLakan kita untuk ikut mengaLir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Usaha pasti ada pasang-surutnya. DaLam berumah-tangga, pertengkaran keciL itu memang wajar, persahabatan pun tidak seLaLu Langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan kemudian kita gagaL, kecewa dan akhirnya menderita.

Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asaL kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku,” kata sang Guru.
Tidak Guru, tidak! Saya sudah betuL-betuL jenuh. Tidak! saya tidak ingin hidup.” Pria itu menoLak tawaran sang Guru.
Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betuL-betuL ingin mati?
Ya, memang saya sudah bosan hidup.
BaikLah. KaLau begitu besok sore kamu akan mati. AmbiLLah botol obat ini, maLam nanti minumLah separuh isi botoL ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam deLapan maLam kau akan mati dengan tenang.

Kini, giLiran pria itu menjadi bingung. SebeLumnya, semua guru yang ia datangi seLaLu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. ALih-aLih memberi semangat hidup, maLah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betuL-betuL jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Setibanya di rumah, ia Langsung menghabiskan setengah botoL racun yang disebut “obat” oleh sang Guru tadi. LaLu ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebeLumnya. Sungguh terasa begitu riLeks, begitu santai. TinggaL 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segaLa macam masaLah.

MaLam itu, ia memutuskan untuk makan maLam bersama keLuarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia Lakukan seLama beberapa tahun terakhir. Ini adaLah maLam terakhirnya, ia ingin meninggaLkan kenangan manis. SambiL makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. SebeLum tidur ia mencium bibir istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.” SekaLi Lagi, karena maLam itu adaLah maLam terakhir, ia ingin meninggaLkan kenangan manis!

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendeLa kamar dan meLihat ke Luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya dan ia tergoda untuk meLakukan jaLan-jaLan pagi. Setengah jam kemudian ia kembaLi ke rumah dan menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adaLah pagi terakhir, ia ingin meninggaLkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekaLi, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? SeLama ini mungkin aku saLah. Maafkan aku, sayang.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersaLaman dengan setiap orang, membuat para stafnya menjadi bingung. “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun Langsung berubah. Mereka pun menjadi Lembut. Karena siang itu adaLah siang terakhir, ia ingin meninggaLkan kenangan manis! Tiba-tiba, segaLa sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan Lebih toLeran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia muLai menikmatinya.

PuLang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. KaLi ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekaLi Lagi aku minta maaf kaLau seLama ini aku seLaLu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggaLan, “Ayah, maafkan kami semua. SeLama ini ayah seLaLu tertekan karena periLaku kami.” Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengaLir kembaLi. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botoL yang sudah ia minum sore sebelumnya?

Ia mendatangi Sang Guru Lagi. MeLihat wajah pria itu, rupanya Sang Guru Langsung mengetahui apa yang teLah terjadi, “Buang saja botoL itu, isinya hanya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup daLam kekinian, apabiLa kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. JadiLah Lembut, seLembut air dan mengaLirLah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. ItuLah rahasia kehidupan. ItuLah kunci kebahagiaan. ItuLah jaLan menuju ketenangan.” Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyaLami Sang Guru, LaLu puLang ke rumah untuk menguLangi pengaLaman maLam sebeLumnya. Konon, ia masih mengaLir terus. Ia tidak pernah Lupa hidup dalam kekinian. ItuLah sebabnya ia seLaLu bahagia, seLaLu tenang, seLaLu HIDUP!


Aksi

Information

5 responses

8 03 2007
sumwan

intinya kita hidup musti selalu bersyukur…..
ntar yang lain2 nyusul dengan sendirinya yang insyaAllah tanpa beban…..
karena gak setiap orang bisa bersyukur dengan benar, sehingga akan selalu kehilangan hakekat dari hidup ini. ^_^!

11 03 2007
arezk

@sumwan:
betuL Bro … so seLagi kita masih diberikan kesempatan untuk dapat menghiruf nafas dengan normaL, mariLah kita perbanyak syukur kepadaNya …
Sorry bukan mo sok-sok’an but sebagai sodara … why not! untuk saLing berbaik-baik …
OK Bro! Thanks

11 03 2007
alif

yup, ………..

ternyata semua yang ada tidak lepas dari apa yang kita usahakan. setip perbuatan dan tingkah laku kita selalu ada yang mengawasi baik dari makluk maupun dari sang pencipta, so jangan sembarangan yac.

Ya Allah luruskanlah niat kami dalam menempuh kehidupan ini, muliakanlah kami dengan ilmu dan amal dan kami berlindung dari kegelapan kebodohan dan kemalasan.

15 03 2007
Kang Kombor

Cerita yang sangat mencerahkan. Aku selalu yakin bahwa kematianku akan datang kapan saja tanpa aku ketahui tetapi aku masih belum bisa mengisi hidupku dengan semua hal yang bermanfaat.

17 03 2007
arezk

@aLif:
amien…Bro

@Kang Kombor:
jikaLau memang demikian adanya Bang… mariLah kita saLing mengingatkan pada kebaikan, semoga kita semua seLaLu di jaLan yang benar & diberkahi oLeh YangMahaKuasa, amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: